![]() |
| Telur Cacing Ascaris Lumbricoides |
![]() |
| Telur Cacing Ascaris Lumbricoides |
A. Kelas Nematoda
Ciri khas Nematoda:
-Tidak bersegmen, slindiris, simetris bilateral
-Memiliki sistem pencernaan
-Mempunyai rongga tubuh
-Umumnya berkelamin terpisah
-Reproduksi: Ovipar, larvaparus
-Infeksi dengan : Telur termakan atau larva yang menembus kulit
Contoh spesies :
Ascaris lumbricoides, Trichris trichiura, Enterobius vermicularis Toxocara canis, Toxocara cati, Trichinela spiralis, Necator americanus, Ancylostoma duodenale, Brugia malayi, Wuchereria brancofti
1. Ascaris lumbricoides
a. Ciri morfologi :
1) Telur Acaris lumbricoides (Fertil)
-Ukuran: 60x45 mikron
-Warna kuning kecoklatan
-Dinding tebal, 3 lapisan, lapisan luar albuminoid hyaline dan vitelein
-Isi telur berupa sel tunggal yang belum membelah
Gambar : Telur Acaris lumbricoides fertil
2) Telur Acaris lumbricoides (Infertil)
-Ukuran : 90x40 mikron
-Bentuk panjang
-Dinding lebih tipis
-Lapisan albuminoid tidak rata
-Isi telur berupa protoplasma mati bersifat granula/tidak teratur
Cryptoporidium sp menyebabkan penyakit Kriptosporodiosi.
Protozoa ini pertama kali ditemukan didalam lambung dan usus halus tikus oleh Tyzzer (1907). Semenjak itu Cryptoporidium sp telah diidentifikasi dari 170 spesies binatang, termasuk ayam, kalkun, babi, kuda, domba, anjing, tikus liar, burung, ikan, reptile. Dua laporan yang pertama mengenai infeksi pada manusia yaitu pada tahun 1976, yang menyerang anak berusia 3 tahun dengan keadaan immunocompetent dan orang dewasa dengan immunocompromised. Dari tahun 1976 sampai tahun 1982, kejadian infeksi pada manusia jarang dilaporkan. Pada tahun 1982 dalaporkan kejadian infeksi yang disebabkan meningkat drastic setelah diketahui criptosporodiosis infeksi opportunistic yang terjadi pada penderita AIDS.
Taksonomi
Kerajaan: Animalia
Phylum: Platyhelminthes
Class: Trematoda
Ordo: Opisthorchiida
Subordo: Opisthorchiata
Famili: Opisthorchiidae
Genus: Clonorchis
Species: Clonorchis sinensis
Penyebaran
Clonorchis Sinensis ditemukan terutama di Asia timur dan selatan juga di Asia Pasifik.Cacing ini menyebar di berbagai negara seperti China, Korea, Vietnam, Taiwan, jepang, dan lain-lain. Penyakit yang di temukan di indonesia bukan infeksi autokon.