Helmintologi Medik (Bagian I )

Helmintologi Medik adalah ilmu yang mempelajari tentang cacing (parasit) yang hidup dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyaki. Tiga kelas yang penting dipelajari yaitu : Nematoda, Cestoda dan Trematoda.

A. Kelas Nematoda

Ciri khas Nematoda:

-Tidak bersegmen, slindiris, simetris bilateral

-Memiliki sistem pencernaan

-Mempunyai rongga tubuh

-Umumnya berkelamin terpisah

-Reproduksi: Ovipar, larvaparus

-Infeksi dengan : Telur termakan atau larva yang menembus kulit

Contoh spesies :

Ascaris lumbricoides, Trichris trichiura, Enterobius vermicularis Toxocara canis, Toxocara cati, Trichinela spiralis, Necator americanus, Ancylostoma duodenale, Brugia malayi, Wuchereria brancofti

1. Ascaris lumbricoides

a. Ciri morfologi :

1) Telur Acaris lumbricoides (Fertil)

-Ukuran: 60x45 mikron

-Warna kuning kecoklatan

-Dinding tebal, 3 lapisan, lapisan luar albuminoid hyaline dan vitelein

-Isi telur berupa sel tunggal yang belum membelah

Gambar : Telur Acaris lumbricoides fertil

2) Telur Acaris lumbricoides (Infertil)

-Ukuran : 90x40 mikron

-Bentuk panjang

-Dinding lebih tipis

-Lapisan albuminoid tidak rata

-Isi telur berupa protoplasma mati bersifat granula/tidak teratur

Gambar : Telur Acaris lumbricoides infertil

3) Telur Acaris lumbricoides (decorticated)

-Telur dibuahi

-kehilangan lapisan albuminoid

-Dinding tebal mulus

Gambar : Acaris lumbricoides dekorticated

4) Telur Acaris lumbricoides (berembrio)

-Didalam telur berisi embrio/larva

-Embrio bersifat infektif

-Bentuk kira-kira 2-3 minggu ditanah

Gambar : Telur Acaris lumbricoides berembrio

5) Acaris lumbricoides Dewasa Jantan

-Bentuk slindris/bulat panjang

-Panjang 10-30

-Ekor melingkar kearah ventral berupa papilla mempunyai 2 spikula

-Lapisan kutikula rata

Gambar : Ekor dari Ascaris lumbrisoides jantan dewasa

6) Ascaris lumbrisoides betina dewasa

- Bentuk bulat memanjang

-Panjang 20-35 cm

- Ekor lurus dan runcing

-Mempunya cincin kopulasi pada 1/3 bagian anterior panjang badan

Gambar : Ascaris lumbrisoides betina dewasa

b. Patologi Klinik

Nama penyakit : Ascariasis

Menyebabkan:

-Sindrom Loeffler, bronkopneumonia, ileusobtruktif (jika cacing dewasa dalam usus),

-Infeksi optopik : Cacing berada ditempat yang tidak biasa (Apendiks, peritoneum, saluran empedu,trakea)

c. Diagnosis

-Adanya telur dalam tinja

-Cacing dewasa bisa keluar dari hidung, mulut atau tinja

2. Trichuris trichiura

a. Ciri Morfologi :

1) Telur

Gambar : Telur Trichuris trichiura

- Ukuran : 50x22 mikron

- Bentuk seperti tong

-Pada kedua ujungnya terdapat kutub

-Kulit telur 2 lapis

-Kulit luar berwarna kuning, kulit dalam berwarna jenih

- Isi telur berupa inti sel telur

Telur berembrio : berisi embrio/larva, bersifat infektif, dibentuk kira-kira 3 minggu ditanah

Gambar : Trichuris trichiura jantan dewasa (kiri) dan Trichuris trichiura betina dewasa (kanan)

2). Trichuris trichiura jantan dewasa

-Panjang kurang lebih 4 cm

-3/5 bagian anterior halus seperti cambuk

-2/5 bagian posterior menggelembung

-bagian ekor melingkar

3) Trichuris trichiura betina dewasa

- Panjang kurang lebih 4 cm

-3/5 bagian anterior halus seperti cambuk

-2/5 bagian posterior menggelembung

-bagian ekor lurus

b. Patologi Klinis

Nama penyakit : Trikuriasis

Menyebabkan :

-Infeksi ringan tidak menimbulkan gejala

-Infeksi berat dan menahun menyebabkan disentri, anemia berat, sakit perut, muntah, dan mual

c. Diagnosis

-Menemukan Telur dalam tinja

3. Cacing Tambang

3.1 Ancylostoma duodenale

a. Ciri Morfologi:

1) Telur

-Ukuran : 60x40 mikron

-Bentuk lonjong, kedua ujungnya membulat

-Kulit telur satu lapis

-Isi telur antara 4-8 sel, kadang berisi embrio

-Telur kadang menetas ditanah keluar menjadi larva rabditiform kemudian berkembang menjadi larfa filariform

Gambar : Telur cacing tambang

2) Ancylostoma diodenale Jantan Dewasa

-Bentuk slindris berbentuk C atau koma

- Lengkung kepala searah dengan lengkung badan dan ekor

-Ujung ekor melebar disebut bursa kopulatrik tampak tumpul, digunakan untuk proses kopulasi

-Rusuk dorsal celah dangkal, ujung tiap cabang bercelah 3, speculum ujungnya tidak menyatu.

3) Ancylostoma diodenale Betina Dewasa

-Bentuk slindris berbentuk C atau koma

-Warna putih kelabu

- Lengkung kepala searah dengan lengkung badan dan ekor

-Ujung ekor meruncing, mukron ujung kaudal

-Panjang 10-13 mm, lebih panjang dari cacing Enterobius vemicularis

4) Kepala Ancylostoma diodenale Dewasa

- Mulut dilengapi dengan gigi tambahan untuk melekatkan diri pada mukosa proximal usus

-Terdapat dua pasang gigi ventral, gigi tambahan kecil ditepi dalam gigi ventral, dua lanset subventral beerbentuk segitiga]

Gambar : Kepala Ancylostoma duodenale

5) Larva Rhabditiform

-Esofagus dengan rongga mulut mulut besar/lebar

-Promordium genital kecil

-Menetas dari telur pada waktu 24-48 jam

-Keadaan obtimum dengan kelembapan tinggi, teduh, panas, lebih dari 25 c tanah lepas berpasir

-Aktif makan bahan organik

-Mengalami pergantian kulit 2x pada hari ketiga dan kelima

Gambar :Larva Rhabditiform

6) Larva filariform

-Esofagus memanjang sampai ¼ panjang tubuh

-Bersarung, ujung runcing

-Tombak esophagus tidak menonjol, sering tertutup pada ujung anterior,sarung bergaris nyata pada ujung posterior.

-Tidak makan, bergerak aktif merupakan bentuk infektif parsit.

Gambar:Larva filariform

b. Patologi Klinis

Nama penyakit : Ankilostomasiasis

Stadium larva : ‘Ground itch’, berupa bintik-bintik merah dan gatal

Stadium dewasa : anemia hipokromik mikrositer, dan eosinofilia

c. Larva dan telur dalam feses

3.2 Necator Americanus

a. Ciri Morfologi :

1)Telur

- Sama dengan morfologi telur Ancylostoma duodenale

2) Necator Americanus Jantan Dewasa

-Bentuk slindris berbentuk S

- Lengkung kepala berlawanan dengan lengkung badan dan ekor

-Panjang 5-9 mm

-Ujung ekor melebar disebut bursa kopulatrik tampak tumpul, digunakan untuk proses kopulasi

-Rusuk dorsal celah dalam, ujung tiap cabang bercelah 2, speculum ujungnya tidak menyatu membentuk kait.

3) Necator americanus Betina Dewasa

-Bentuk slindris berbentuk S

- Lengkung kepala berlawanan dengan lengkung badan dan ekor

-Panjang 9-11 mm

-Ujung ekor meruncing, mukron tidak ada

4) Kepala Necator americanus Dewasa

- Mulut dilengapi dengan alat lempeng pemotong untuk melekatkan diri pada mukosa usus

-Terdapat sepasang bendakitin menggantikan gigi, dari lateral tampak sepasang

Gambar : Kepala Necator americanus

5) Larva Rhabditiform

- Sama seperti Larva Rhabditiform Ancylostoma duodenale

6) Larva filariform

Hampir sama seperti larva filariform pda Ancylostoma duodenale tapi Tombak esophagus menonjol.

b. Patologi Klinis

Nama penyakit : Necatoriasis

Stadium larva : ‘Ground itch’, berupa bintik-bintik merah dan gatal

Stadium dewasa : anemia hipokromik mikrositer, dan eosinofilia

c. Diagnosis

Menemukan Telur dan larva dalam tinja

4. Toxocara sp (Nematoda usus)

a. Ciri morfologi:

1) Telur

-Ukuran 80x70 mikron, seperti telur ascaris tapi ukuranya lebih kecil

-Bentuk bulat, dinding memiliki renda

Gambar : Telur Toxocara sp

2) Toxocara canis Jantan dan Betina dewaasa

-Toxocara canis jantan dewasa berukuran 3,6-8,5 cm, ekor melingkar

- Toxocara canis betina dewasa berukuran 5,7-10 cm, ekor lurus

-Cervical alae seperti lanset

3) Toxocara cati dewasa

-Toxocara canis jantan dewasa berukuran 2,5-7,8 cm, ekor melingkar

- Toxocara canis betina dewasa berukuran 2,5-14 cm, ekor lurus

b.Patologi Klinis:

Nama penyakit Virseral larva migrans ,

Gejala penyakit : Demam, eosinofil tinggi, dan hepatomegali

c. Diagnosis : Reaksi imunologi, menemukan larva dalam jaringan biopsy.

5. Enterobium vermicularis (Nematoda usus)

a. Ciri morfologi

1) Telur

-Ukuran 55x25 mikron

-Bentuk lonjong asimetrik, lebih datar salah satu sisi

-Isi telur berupa larva

-Paling banyak ditemukan pada anus penderita

Gambar: Telur E. vermicularis

2) Enterobium vermicularis dewasa jantan

-Panjang 2-5 mm, ekor melengkung dan memiliki 1 spikula

-Memiliki cephalic alae

Gambar : E. vermicularis jantan

3) Enterobium vermicularis betina dewasa

-Panjang 10 mm, ekor runcing dan memiliki 2 uterus yang melingkar hampir mengisi seluruh badan

-Memiliki cephalic alae

Gambar : E. vemicularis betina

6. Trichinela Spiralis (Nematoda usus)

a. Ciri morfologi Telur:

-Berisi potongan larva dalam jaringan otot

-Stadium kista berisi larva melingkar seperti spiral

Gambar : Telur Trichinela Spiralis

b.Patologi Klinis:

Penyakit : Trikiniasis

-Cacing dewasa masuk mukosa usus menyebabkan sakit perut, diare, mual, dan muntah darah

-Larva pada otot menyebabkan nyeri otot/mialgia dan mitosis/rdang otot disertai demam, hipereosinofilia, leukkositosis

-Timbul pengapuran dan pembentukan jaringan fibrotic pada fase ekskistasi

c. Diagnosis

Anamnese, teskulit, tes ikatan komplemen, flokulasi

7. Brugia Malayi (Nematoda Jaringan)

a. Morfologi Mikrofilaria :

-Panjang kurang lebih 230 mikron, bersarung merah dalam pewarnaan giemsa, lekuk badan kaku, panjang ruang kepala 2x lebarnya, badan mempunya inti-inti tidak teratur, akor memiliki satu atau dua inti tambahan

Gambar : Mikrofilaria Brugia Malayi

b. Patologi klinis

Nama penyakit : Filariasis malayi

-Limfadenopati superfisiasl, eosinofil yang tinggi, elephantiasis tungkai/lengan bawah

c. Diagnnosis

-Gejala klinis

-Menemukan microfilaria, biopsy, imunologi

8. Wuchereria Brancofti (Nematoda Jaringan)

Ciri Morfologi Mikrofilaria :

Panjang kurang lebih 250 mikron, bersarung pucat dalam pewarnaan giemsa, lekuk badan halus, panjang ruang kepala sama dengan lebarnya, badan mempunya inti-inti teratur, akor tidak memiliki inti tambahan


Gambar: Mikrofilaria Wuchereria Brancofti

b. Patologi Klinis :

Nama penyakit ‘Wucheresiasis”

Menyebabkan :

-Cacing dewasa menyebabkan Limfadenitis, limfangitis retrograde, demam, funikulitis, hidrokel, elephantiasis mammae dan alat kelamin

-Mikrofilaria menyebabkan Occut filariasis

c. Diagnosis

-berdasarkan gejala

-Menemukan microfilaria, biopsy, imonologi
Sumber gambar :
-http://www.dpd.cdc.gov/dpdx/default.htm

-http://blogsehatnilna.files.wordpress.com/2009/02Tautan/cacingcambukfe9.jpg?w=205&h=147

-http://majalahkesehatan.com/wp-content/uploads/2010/07/cacing-kremi.jpg



0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Kasih Komentar Yah,,Teman

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More