Nilai Eritrosit Rata-rata (Indeks Eritrosit)
Ulasan Singkat Mengenai Penyakit Rabies
Tanda Bahaya Kesehatan dari Perubahan Warna Urin
Tanda Bahaya Kesehatan dari Perubahan Warna Urin (Klik Disini)
Semoga bermanfaat..
Jika ingin dapat Update dari Blog baru Admin, teman-teman bisa Follow/Join atau Like Fans Page nya...
Pemeriksaan Kimia Darah/Serum untuk Penyakit Jantung
Jantung adalah sebuah organ berongga dan berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang.Penyakit jantung merupakan suatu kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.Penyakit jantung dapat didiagnosis melalui pemeriksaan kimia darah/serum.Pemeriksaan kimia darah atau serum melihat ada tidaknya peningkatan kadar (diatas normal) enzim spesifik yang hanya diproduksi dalam sel jantung. Dibawah ini ada beberapa jenis pemeriksaan kimia darah/serum untuk penyakit jantung.
1. CK/CPK (Creatin Posfo Kinase)
Creatin Posfo Kinase merupakan senyawa protein yang terposforisasi dan menjadi katalisator transfer posfat ke ADP (Energi). Enzim ini berkonsentrasi tinggi di Otot Jantung dan Otot Rangka. Enzim ini juga berada dalam Otak,tapi konsentrasinya rendah. Kadarnya meningkat dalam serum 6 jam setelah infrak, mencapai puncaknya 16-24 jam, Kembali ke normal setelah 72 jam.
Nilai Normal :
Pria : 5-35 Ug/ml atau 30 -180 IU/L
Wanita: 5-25 Ug/ml atau 25-150 IU/L
Anak Laki-laki :0-70 IU/L
Anak Wanita: 0-50 IU/L
Kondisi-kondisi yang Dapat Meningkatkan Kadar enzim CK :
-Peningkatan 5x atau lebih dari nilai normal : Infrak jantung, polimiositis, distropia muskularis duchene
-Peningkatan ringan/sedang (2-4X nilai normal): Kerja berat, trauma, tindakan beedah, injeksi , miopati allkoholika, Infark miocard/iskemik berat, Infark paru/edeme paru
-Dengan hipitiriodisme : Psikosis akut,
Peningkatan CK/CPK merupakan indikator penting kerusakan Miokardium
2. CKMB (Creatin Kinase label M dan B)
Jenis enzim yang terdapat banyak pada jaringan terutama otot, Miocardium, dan Otak. Ada 3 jenis isoenzim kretin kinase dan duberi label M (Musculus) dan B (Brain), yaitu :
Isoenzim BB : banyak terdapat di Otak
Isoenzim MM: Banyak terdapat di otot
Isoenzim MB : Banyak terdapat di Miocardium bersama MM
Otot bergaris berisi 90% MM dan 10% MB
Otot jantung berisi 60%MM dan 40% MB
Nilai Normal: Kurang dari 10 IU/L
Kondisi-kondisi yang meningkatan enzim CKMB : Terjadi pada angina pertosis, operasi jantung, iskemik jantung, miokarditis, hipokalemia, debrifilasi jantung
Peningkatan enzim CKMB dalam serum menjadi indikator terpercaya adanya kerusakan jaringan pada jantung.
3. LDH (Laktat Dehidrogenase)
LDH (Laktat Dehidrogenase) adalah enzim yang melepas hydrogen dari suatu zat dan katalisator proses konversi laktat menjadi piruvat. Enzim ini tersebar luas terutama dijaringan ginjal, rangka, hati, dan miokardium. LDH mmeningkat sampai puncak 24-48 jam stelah infark,dan tetap abnormal 1-3 minggu kemudian.
Nilai normal : 80-240 U/L
Kondisi yang dapat meningkatkan kadar enzim LDH :
1. Peningkatan 5x atau lebih dari 5x nilai normal : Anemia megaloblastik, Karsinoma metastasis, Shok hipoksia, hepatitis, Infark ginjal
2. Peningkatan sedang (3-5x nilai normal) : Miokard Infark, Infark Paru , Kondisi hemolitik, leukima, infeksi mononucleosis, delirium tremens, distrofia otot
3. Peningkatan ringan (2-3x nilai normal): Penyakit hati, nefrotik sindrom, hipotirodisme, kolangitis
Peningkatan kadar LDH menandakan adanya kerusakan jaringan.
4. Troponin
Merupakan komplek protein otot globuler dari pita I yang menghambat kontraksi dengan memblokade interkasi aktin dan myosin. Apabilabersenyawa dengan Ca++ ,akan mengubah posisi molekul tropomiosin hingga terjadi interaksi aktin-miosin.
Protein regulator ini terletak didalam apparatus kontraktil myosin, dan mengandung 3 sub unit dengan tanda T, I, C.
Nilai Normal : < 0.16 mikrogram/L
Kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan Troponin : Peningkatan troponin menjadi petanda positif cedera sel miokardium dan potensi terjadi angina
Referensi: Mengenal Penyakit Melalui pemeriksaan Laboratorium (Sutedjo SKM)
Jika anda merasa merasa isi Blog ini bermanfaat, bantulah kami untuk mendukung keberadaannya dengan Meng-Klik salah satu Iklan Baris atau Iklan Gambar yang Ada..
Satu Klik dari anda sangat berarti bagi Blog ini
Trimakasih atas bantuannya…..
Ulasan Singkat Mengenai Racun Ular
(Sumber:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv_jFz0uUA6eMqsOBzyVhynQFOkDVtCByqV4ZJjIiGjY_kXqVgHqIbDbts5CkWx0VN7Tjq4Sep5-9b85IxPPrFp1uuqtJn1gzRTDArXCnwOVphrYebJrRYongeXIW610nKhcz3bsBkgw7Q/s1600/cobra.JPG)
Racun ular yang disebut juga dengan Bisa atau Toksin Ular, merupakan komponen tubuh ular yang berfungsi sebagai sistim senjata dan beladiri yang efektif dan efesien, selain itu juga dapat berguna untuk melumpuhkan mangsa yang akan dijadikan bahan makanan.
Racun ular terdiri atas bahan kimia dan enzim, yang 90% terdiri dari protein.
Ada 2 jenis Racun ular, yaitu
1. Neurotoksin : Dapat melumpuhkan sistim saraf pusat, melumpuhkan jantung dan sarah pernafasan. Racun jenis ini dimiliki oleh ular Kobra, ular Mamba, ular Laut, Krait, Ular Karang.
2. Hemotoksin: Dapat menyerang sistim sirkulasi darah dan sistim otot dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan, gangrene, kelumpuhan permanen kemapuan bergerak otot. Racun jenis ini dihasilkan oleh keluarga ular Viperidae misalnya Rattle Snake, Coppe head, dan Cotton mouth.
Beberapa jenis ular memiliki Neurotoksin ataupun Hemotoksin.
Sampai saat ini dikenal sekitar 20 jenis enzim yang beracun. Umumnya ular berbisa memiliki 6 sampai 12 jenis enzim dalam bisanya. Masing masing berfungsi khusus, misalnya untuk mencerna mangsa, sedangkan enzim yang lain untuk melumpuhkan mangsa.
Beberapa Jenis enzim yang dimiliki ular berbisa:
1. Cholinesterase : Neurotoksin dan dapat melumpuhkan mangsa
2. Amino Acid Oxidase : Berfungsi mencerna mangsa dan memicu peran enzim lainnya.
3. Hyaluronidase : Berfungsi untuk mempermudah penyerapan enzim lain kejaringan korban.
4. Proteinase: Berfungsi untuk mencerna, mengahancurkan jaringan tubuh korban.
5. Adenosin Triphospatase : Diduga neurotoksin yang bekerja sentral dan menyebabkan korban mengalami syok dan melumpuhkan mangsa.
6. Phospodiesterase : Bekerja dengan cara mengganggu fungsi jantung dan menurunkan tekanan darah dengan cepat.
Racun ular sangat berbahaya,memicu manusia untuk membuat penangkalnya. Penangkal racun ular yang disebut dengan antiracun atau antivenin dihasilkan dengan metode ‘Horse Serum (Serum Kuda)’.
Horse Serum : Racun ular disuntikkan kedalam tubuh kuda, secara berlahan akan terbentuk anti bodi terhadap racun ular tersebut. Serum dipisahkan dari darah kuda.
Namun sepertiga penerima serum kuda mengalami reaksi alergi.Oleh karena itu perlu prosedur standard untuk menuji kepekaan serum sebelum diberikan kepada penderita gigitan ular.
Selain untuk memproduksi antivenin, bisa ular ternyata dapat digunakan untuk bidang kesehatan dan kedokteran lain, seperti :
1.Racun Ular Copperhead : Mengobati penderita kanker payudara
2. Racun Malayan Pit Viper: Dimanfaatka untuk mencegah pembekuan darah, mungkin bermanfaat untuk penderita sroke
3. Enzim racun Kobra: sedang diteliti untuk mencegar penyakit Parkinzon, Alzeimer, serta leukemia dan kanker.
4. Racun Ular Viper: Diduga dapat mengatasi osteoporosis dan memperkecil tumor tertentu
5. Beberapa jenis ekstrak bisa ular digunakan untuk antikoagulan, penyakit, mengobati penyakit jantung atau darah tinggi.
Sumber: Sinopsis Kedokteran Tropis (Soedarto)
Jika anda merasa merasa isi Blog ini bermanfaat, bantulah kami untuk mendukung keberadaannya dengan Meng-Klik salah Iklan Baris atau Iklan Gambar yang Ada..



